Melawi – Dusun Runting, yang lebih dikenal sebagai Kampung Runting di Desa Nanga Pak, Kecamatan Sayan, Kabupaten Melawi, berhasil meraih predikat Village of the Year CU Keling Kumang Tahun Buku 2025 (VoY CUKK TB 2025). Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung pada 20 Juli 2026 sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan Kampung Runting mencatatkan kredit lalai (non-performing loan) sebesar 0 persen, capaian terbaik di antara seluruh kampung dalam wilayah pelayanan CUKK.
Penyerahan penghargaan dilakukan melalui kunjungan istimewa yang dipimpin oleh dua Chief Executive Officer (CEO) CUKK, yakni Valentinus Narung, CEO periode 2016–2026, dan Hilarius Gimawan, CEO periode 2026–2031. Turut mendampingi dalam kunjungan tersebut Sekretaris Pengurus CUKK, Marjuntak.
“Saya mengapresiasi warga di Kampung Runting, walaupun akses yang terbatas tapi masyarakat bisa mendapatan penghargaan VoY dari CUKK dari banyaknya area dalam pelayanan CUKK. Apalagi tanpa kredit lalai,” ungkap Hilarius Gimawan.
Rombongan juga dihadiri oleh Area Manager Melawi Heru Sudarmoko, Branch Manager Rumah Sepan Alek Sandra, serta tiga staf lapangan, yaitu Agus, Sangga, dan Derri. Dari Head Office hadir Kepala Departemen Marketing, Public Relation, and Member Education (MPR-MED) Hermanus, Manager Bidang Pendidikan Anggota Serverius Loho, Staf Marketing Fiona Anjela, serta Kardi sebagai Executive Secretary Officer.

Kehadiran jajaran pengurus dan manajemen menjadi simbol penghargaan sekaligus ungkapan terima kasih kepada masyarakat Kampung Runting yang telah menunjukkan komitmen tinggi dalam membangun budaya keuangan yang sehat melalui Credit Union.
Perjalanan menuju Kampung Runting bukanlah hal yang mudah. Kampung yang dihuni sekitar 250 kepala keluarga ini masih memiliki akses transportasi yang cukup menantang. Jalur utama menuju kampung mengandalkan transportasi sungai menggunakan speed boat maupun cees (motor robin). Sementara itu, jalur darat belum dapat dimanfaatkan secara optimal karena kondisi jalan yang masih rusak, sempit, serta diapit semak belukar di sepanjang perjalanan.
Di balik keterbatasan akses tersebut, masyarakat Kampung Runting menunjukkan semangat yang luar biasa dalam membangun kesejahteraan. Sebagian besar warga telah menjadi anggota CUKK dengan mata pencaharian utama sebagai penoreh karet, disertai kegiatan berladang dan membudidayakan sayur-mayur sebagai sumber penghasilan keluarga.
Predikat VoY tidak hanya mencerminkan keberhasilan dalam menjaga angka kredit lalai tetap nol persen, tetapi juga menjadi bukti tingginya disiplin anggota dalam memenuhi kewajiban, kuatnya rasa tanggung jawab, serta kokohnya semangat kebersamaan dalam mengelola keuangan keluarga.
Bagi CUKK, pencapaian Kampung Runting menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah Credit Union tidak hanya diukur dari besarnya aset atau jumlah anggota, tetapi juga dari tumbuhnya karakter anggota yang disiplin, bertanggung jawab, dan saling mendukung dalam membangun kesejahteraan bersama.
Melalui penghargaan Village of the Year Tahun Buku 2025, CUKK berharap kisah Kampung Runting dapat menjadi inspirasi bagi kampung-kampung lain untuk terus memperkuat budaya menabung, meningkatkan tanggung jawab dalam mengelola pinjaman, serta bersama-sama mewujudkan masyarakat yang mandiri, berdaya, dan sejahtera secara berkelanjutan.
Penulis
Serverius Loho


