One Team, Stronger Together: Belajar dari Perjalanan Keling Kumang

One Team, Stronger Together:
Belajar dari Perjalanan Keling Kumang

Bagikan berita ini

Suasana padat menyambut rombongan Rapat Pimpinan Jaringan Persemakmuran Koperasi Keling Kumang (Rapim JPK-KK) yang tiba di Ketapang pada 23 September 2026 siang, setelah menempuh perjalanan lebih dari 600 km. Banyak rombongan memilih berangkat H-2 untuk melihat kondisi tempat-tempat yang mereka lalui, karena kurang lebih 80% peserta baru pertama kali berkunjung ke Ketapang.

Menurut panitia, Ketapang dipilih karena wilayah kerja JPK-KK masih banyak berada di kawasan timur Kalimantan Barat, sementara di bagian selatan masih sangat sedikit tempat pelayanan JPK-KK. Rapim ini sekaligus menjadi kesempatan untuk melihat potensi wilayah dan memperluas perspektif para pemimpin terhadap perkembangan pelayanan JPK-KK ke depan.

Mengusung tema “One Team, Stronger Together: Kepemimpinan Visioner, Sinergi yang Lebih Kuat, Dampak Berkelanjutan,” Rapim JPK-KK menjadi ruang bagi para pemimpin untuk berefleksi, memperkuat sinergi, serta melihat kembali peran koperasi dalam menjawab berbagai tantangan yang dihadapi anggota dan masyarakat.

Rangkaian Rapim yang berlangsung pada 24–26 September 2026 dimulai dengan misa bersama yang dipimpin oleh Mgr. Pius Riana Prapdi. Dalam homilinya, Mgr. Pius mengatakan bahwa peristiwa-peristiwa dalam kehidupan kita sering kali memiliki kaitan dengan bacaan Kitab Suci yang kita dengarkan setiap hari.

“Bukan kebetulan misa pembukaan Rapim ini bertepatan dengan Hari Tani Nasional. Kita diajak untuk memikirkan petani yang terdampak karhutla. Para petani yang suaranya sering tidak terdengar dalam kehidupan sosial ekonomi di negara kita,” kata Uskup Ketapang.

Homili ini menjadi pengingat yang sangat baik bagi para pimpinan di JPK-KK, terlebih mayoritas anggota koperasi adalah petani. Kehadiran JPK-KK diharapkan mampu memberikan makna dan manfaat nyata bagi para petani.

Dok Keling Kumang/Riyo Anggri

Usai misa, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penguatan dari Uskup Ketapang kepada peserta Rapim. Mgr. Pius mengungkapkan bahwa perjumpaan dalam Rapim, di tengah situasi kabut asap, ancaman kekeringan, dan El Niño yang diprediksi berlangsung hingga akhir Desember, menjadi kesempatan bagi para pimpinan untuk memperkuat peran credit union (CU) yang sangat strategis, inspiratif, dan cerdas menghadapi krisis.

“Ini bukan hanya krisis ekologi semata-mata, tetapi juga krisis demokrasi, krisis kepemimpinan, krisis ekonomi, dan krisis politik. Kita melihat dalam kisah penggandaan roti, ketika orang-orang yang mengikuti Yesus lapar, Yesus menegaskan kepada para murid untuk memberi mereka makan. Lima roti dan dua ikan yang ada pada para murid, yang tampak kecil, digandakan untuk memberi orang banyak makan,” ungkapnya.

Pesan tersebut berkaitan pula dengan diskusi selanjutnya mengenai Koperasi Kuantum bersama Prof. Ir. H. Agus Pakpahan, M.S., Ph.D. Ia menyampaikan hasil penelitian mengenai perjalanan CU Keling Kumang (CUKK) selama 32 tahun. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa istilah “kuantum” digunakan sebagai metafora intelektual, bukan sebagai sensasi ilmiah.

“Ini adalah metafora epistemologis yang kuat—sebuah lensa baru untuk membaca koperasi sebagai living system: sistem hidup yang tumbuh, belajar, beradaptasi, saling menguatkan, dan kadang melompat jauh melampaui ekspektasi linear,” jelasnya.

Dalam presentasinya, Prof. Agus menyampaikan lima hal yang dapat dipelajari dari Keling Kumang, yaitu integrasi organik, kepercayaan sebagai fondasi, tumbuh dari dalam, ketangguhan adaptif, dan kepemimpinan penjaga nilai.

Keling Kumang menunjukkan bahwa keberhasilan organisasi dibangun melalui integrasi organik antara logika ekonomi dengan dimensi sosial, budaya, dan spiritual. Fondasi utamanya adalah kepercayaan, yang dibangun lebih dahulu sebelum struktur formal dikembangkan. Keling Kumang juga tumbuh dari dalam, berangkat dari nilai dan kebutuhan nyata komunitas hingga berkembang menjadi struktur yang kuat dan berkelanjutan.

Dalam menghadapi perubahan, ketangguhan adaptif lahir melalui kapasitas belajar dan pembelajaran kolektif yang terus-menerus, sementara kepemimpinan berperan sebagai penjaga nilai dan fasilitator kesadaran, bukan sekadar pengelola sumber daya.

Kembali kepada Jati Diri Koperasi

Penguatan dari founder CUKK mengajak peserta untuk kembali melihat jati diri koperasi sebagai fondasi dalam menjalankan roda organisasi. Ketika menghadapi kesulitan dalam menjalankan CU/KSR/AO/BO/KC/KCP, para pemimpin diingatkan untuk kembali mempelajari definisi, nilai-nilai, dan prinsip-prinsip koperasi. Pesan ini menjadi penting agar perkembangan organisasi tetap berakar pada jati diri koperasi dan tidak kehilangan orientasi utamanya terhadap anggota.

Semangat tersebut juga tercermin dalam gagasan JPK-KK Dream 2027–2031. Berbagai program strategis dirancang dengan semangat gotong royong dan melibatkan anggota sebagai pemilik. Gagasan tersebut mencakup pengembangan Ladja Hotel 2, Pabrik Kepala Sawit, Distributor, Peternakan Ayam Petelur Semi Otomatis, Luma Swalayan, Klinik ITKK, Gedung Kuliah ITKK hingga JPK-KK Tower. Salah satu gagasannya adalah investasi anggota sebesar Rp120.000 per tahun untuk program strategis sebagai bentuk kolaborasi membangun masa depan bersama.

Lebih jauh, visi tersebut tidak hanya berbicara tentang membangun usaha, tetapi bagaimana usaha koperasi dapat tumbuh bersama komunitas. Inilah yang menjadi salah satu ciri persemakmuran koperasi: kemajuan ekonomi yang tetap menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk tumbuh dan diberdayakan.

Di sinilah semangat “One Team, Stronger Together” menemukan maknanya. Kepemimpinan visioner tidak dapat berjalan sendiri. Ia membutuhkan kepercayaan, sinergi, pembelajaran bersama, dan kekuatan seluruh elemen organisasi untuk mewujudkan gagasan menjadi tindakan dan menghadirkan dampak yang berkelanjutan.

Kita berharap, melalui Rapim ini, para pemimpin dalam JPK-KK yang telah menjadi bagian dari loncatan kuantum tersebut dapat terus mempertahankan akar nilai Keling Kumang sejak didirikan hingga menjadi koperasi yang kuat secara nilai, kelembagaan, dan pengetahuan. Dengan kepemimpinan yang visioner, sinergi yang semakin kuat, dan semangat bekerja sebagai satu tim, Keling Kumang diharapkan mampu terus menghadirkan manfaat nyata bagi anggota, petani, dan masyarakat.

Penulis

Fotografer

: Angela Januarti

: Riyo Anggri

[mwai_chatbot id="default"]